Council   /   Government   /   Complaints

Fokus Isu

Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP), merupakan lembaga Non Government Organisation (NGO) fokus terhadap 5 (empat) isu :

  1. Voters Education (pendidikan Pemilih).  Dalam penguatan kwalitas demokrasi formal procedural masalah terbesarnya ada pada masyarakat. Karena lembaga-lembaga politik yang saat ini ada, semua resources nya bersumber dari masyarakat. Semakin masyarakat cerdas dan bermartabat dalam berdialektika politik dan demokrasi, maka lembaga-lembaga politik baik legislative, eksekutif maupun lembaga-lembaga khusus yang secara konstitusional lahir di negeri inipun akan mennjunjung tinggi nilai-nilai kwalitas dan prinsip-prinsip demokrasi. Begitupun rakyat yang berperan sebagai pemilih, wakil rakyat yang berkwalitas dan pemimpin negera yang mempunyai kapabilitas akan lahir ketika masyarakat cerdas dalam menentukan pilihannya.
  2. Election Monitoring (Pemantauan Pemilu). Demokrasi formal procedural yang setiap prreodeik dilaksanakan belum mampu menjadikan proses pemilu yang yang bersih, sehat dan bermartabat. Berbagai pelanggaran dan kecurangan selalu saja mewarnai penyelenggaraan pemilu di Indonesia. Baik itu terjadi pada lembaga penyelenggara pemilu, pada peserta pemilu, maupun terjadi di tengah-tengah masyarakat. oleh karena itu akan selalu dibutuhkan pemantauan oleh masyarakat terlembaga dari kekuatan sipil untuk meminimalisir berbagai masalah dalam penyelenggaraan pemilu. Sehingga harapannya keberadaan pemantau yang berbasis masyarakat menjadi Detterant Efeck bagi siapapun yang akan melakukan kejahatan politik dan demokrasi.
  3. Reseach and Study (Kajian dan Penelitian). Sebagai upaya mengisi ruang kosong dalam dialektika demokrasi substansial, Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP), akan mendorong berbagai lembaga public pemerintahan dari semua level untuk menjalankan program pemerintahanya berbasis hasil kajian dan penelitian yang partisipatif. Dimana dalam setiap program pemerintah yang diperuntukan public, didorong untuk senantiasa melibatkan public, tentu saja yang mempunyai kompetensi di bidangnya. Sehingga melalui basis kajian dan penelitian diharapkan program pemerintah kan tepat sasaran.
  4. Affirmation and Advocation (Pembelaan dan Penegasan Keberpihakan). Pemahan terhadap fungsi, peran, tugas dan orientasi merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh setiap lembaga/institusi atau personal, terlebih institusi-institusi pemerintah yang bergerak untuk kepentingan public. Namun terkadang dalam pelaksanaanya tidak berjalan optimal karena permasalahan pemahadan dan penyadaran. Oleh karena itu proses pemahaman dan penyadaran baik pemerintah maupun rakyat perlu didorong semaksimal mungkin. Sehingga apa yang menjadi peran, fungsi dan tugas lembaga-lembaga pemerintah akan tersambung dengan apa yang menjadi harapan public.
  5. News an Database (Media Informasi dan Basis Data ). Data merupakan basis dalam berbagai hal, termasuk data juga merupakan basis ilmiyah yang bisa dipertanggungjawabkan secara metodologis. Sehingga berbagai proses dalam menjalankan berbagai programnya, Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) akan senantiasa bebasis data. Begitupun proses afirmasi dan advokasi bagi public, yang paling efektif melalui media yang berkambang saat ini. Baik media massa maupun media social.