Oleh : DR. James Jansen Kastanya, SE.MM

Pesta Demokrasi

Pesta demokrasi serentak ( Pemilu dan Pemilihan Kepala daerah ) tahun 2024 sementara berlangsung  ,  tahapan yang ada telah memasuki 70-80 % , mengingat  sisa tahapan menuju pemilu 14 februari 2024 ( penetapan DCT, Penetapan DPTp-DPK ,  Pendaftaran dan penetapan Calon Presiden-wakil presiden, Kampanye, Percetakan surat suara , persiapan  sarana prasarana TPS  , coblos hitung dan penetapan  Anggota legislative, Eksekutif dan DPD periode 2024-2029 ) ini menandakan bahwa power dan semangat penyelenggara harus di tunjang oleh seluruh lembaga dan elemen anak bangsa agar pemilu dan pilkada 2024 dapat berlangsung secara maksimal.

Pesta Demokrasi lewat Pemilu dan Pilkada  merupakan bagian dari amanat undang –undang dalam menyiapkan  calon pemimpin  bangsa  baik Presiden dan wakil presiden  ,  Anggota Dewan perwakilan rakyat RI , Dewan Perwakilan  Daerah ( DPD ) , Dewan Perwakilan Rakyat  propinsi, Dewan Perwakilan Rakyat  Kota/Kabupaten, penyelengara pemilu dalam hal in KPU Propinsi Papua Barat daya dan perangkatnya di 5 Kabupaten dan 1 Kota  di harapkan mampu membaca situasi dan mampu berinovasi guna menciptakan formula pelaksanaan pesta demokrasi yang terukur-berkeadilan-partisipasi masif, dengan menjunjung tinggi Prinsip dan azaz Pemilihan Umum berdasarkan Undang-undang 7 Tahun 2017/  1 tahun 2023 kaitannya dengan penyelenggaraan pemilu.

Peserta pemilu yang nota bene adalah Partai Politik dan Para Calon anggota legislative dari parpol , DPD dan calon Presiden dan wakil presiden harus mampu menyiapkan calon nya secara baik dengan semangat yang dilandasi nilai-nilai pancasila sebagai ideology bangsa dengan bertumpu dan berpijak  pada Undang-undang dasar 1945 serta berkompas pada GBHN dengan demikian cita cita pendiri bangsa akan terwujud dengan semangat membawa bangsa , Negara dan rakyat menuju Indonesia yang Maju , Sejatera, berakhlak sesuai kepercayaan yang dianutinya.

Pemetaan Generasi dan Kontribusinya

Kejadian-kejadian penting dalam sejarah peralihan kepemimpinan di Republik ini, merupakan pergulatan  sejarah yang panjang dan sangat mempengarui karakter sebuah generasi  sesuai dengan zamannya, dengan demikian para pemikir /penganut teori generasi , baik yang ada di amerika serikat juga eropa muncul beberapa teori yang mencoba  masuk dalam teori generasi dengan memetahkan generasi sesuai zamannya berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan kaitannya dengan teori generasi ( Kutipan kolom MH Said Abdullah ) seperti Neil Howe dan William Straus ,1991 mereka mencoba membagi fase generasi menjadi 4 periode : Fase silent generation ( 1925-1943 ), Boomer generation ( 1943-1960 ), 13th Generation ( 1961-1980 ) , dan milleneal generation ( 1980-2000)  , mereka berdua hanya membagi generasi hingga Generasi mileneal .

Tokoh teori generasi lainnya Bencsik dan Machova  mencoba menamba teori generasi terbaru  yaitu i-generation, atau generation Z ( Gen Z )  dan menurut majalah Forbes Gen-Z merupakan  fase generasi global pertama, Gen Z ini lahir pada tahun 1997-2012, generasi ini lahir di akhir abad 20 dan awal abad 21, adapun karateristik ciri-ciri umum Gen Z ini : – Merupakan generasi digital yang mahir dan gandrung akan teknologi  informasi dan berbagai aplikasi computer  yang dibutuhkan untuk kepentingan pendidilan maupun pribadi, Generasi ini tidak mengenal dunia tanpa snarphone/ media social – Anggota tertua generasi ini berusia 11 tahun dan anggota bungsu belum dilahirkan , – mereka mengetahui semua seluk beluk teknologi, sangat suka dan berkomunikasi dengan semua kalangan lewat jejaring social, –  generasi ini dikenal lebih mandiri dari pada generasi sebelumnya, – cenderung toleran dengan perbedaan kultur dan sangat peduli dengan  lingkungan sekitar,-generasi ini menempatkan uang dan pekerjaan dalam daftar prioritas , -cepat merasa puas diri dan masih banyak ciri mereka ini

Pertanyaannya sekarang, kelompok generasi  millenal dan generasi Z ini, dalam kontestasi pesta demokrasi kedepan  di tahun pemilu 2024 termasuk jumlah pemilih yang bila di gabungkan di Propinsi papua barat Daya sebesar , 289.634 ( 65,7 % ) dan ini diluar dari Pemilih Pemulah  yang ada di beberapa sekolah menengah atas ( SMA, dan SMK  )  secara umum di Propinsi Papua barat daya dan Secara khusus di Kota Sorong, Ini dilema dan Harus segera di cari solusi karena dipastikan pemilih pemulah yang saat ini duduk di kelas 12 hingga saat ini kemungkinan tidak bisa mengikuti pemilu dan pilkada karena  BELUM MEMILIKI KTP DAN BELUM TERDAFTAR DI DALAM  DPT  ( Daftar Pemilih tetap ) , namun bila gerak cepat KPU dan bawaslu sebagai pengawas yang bersinergik dengan pemda dan instansi terkait ( Kepala Dinas Catatan Sipil ) , kecemasan kami selalu Pemerhati juga Kord Umum PPI akan sedikit terobati .

Gambaran Umum generasi  dan pemetaan Pemilih  Propinsi PBD dan Kota Sorong

Data Rekapitulasi pemilih yang di tetapkan oleh KPU Propinsi Papua Barat Daya , di Propinsi termudah di Ufuk timur ini , dengan jumlah kota kabupaten 6 ,  Jumlah  Kecamatan yang ada 132, Jumlah Desa-Kelurahan 1.013, jumlah TPS 2.156 , Pemilih  laki laki 227.823, Perempuan 213.003 dengan total pemilih di Propinsi Papua barat daya sebanyak 440.826 dengan prosentasi 51,68% pemilih laki-laki dan 48,32%  Pemilih Perempuan dan dari jumlah pemilih yang ada sebesar  440.826 . Kita coba untuk menggenerasikan dari sisi tahun kelahiran pemilih  berdasarkan sumber berita KPU Propinsi Papua Barat daya, 1,01% 4.448 Generasi Pre-boomer ( lahir sebelum tahun 1945 ), 9,59% 42.282 ,Generasi Baby Boomer ( Tahun lahir tahun 1946-1964 ), 23,71% 104.502 Generasi Gen X ( lahir tahun 1965-1980 ), 39,29 173.208 Generasi Milleneal  ( Lahir tahun 1981-1996 ) dan 26,41% 116.426 Gen Z ( Lahir tahun 1997-2012 ) berdasarkan sumber primer KPU PBD.

Untuk Kota Sorong Data rekap pemilih yang ditetapkan KPU Kota Sorong yang kemudian direkap secara wilayah oleh propinsi PBD  tercatat ; jumlah Distrik 10 , Jumlah Kelurahan 41, Jumlah TPS 730, Jumlah Pemilih perempuan 98.963  ( 48,15% ), Jumlah Pemilih Laki laki  106.544 ( 51,84 % ) dengan total pemilih tetap 205.507, ini diluar dari sekian pemilih pemulah dan dipastikan dari sekian sekolah menengah atas ( SMA,SMK,Madrasah ) yang ada di kota sorong masih banyak  pemilih pemulah yang   belum terkafer dalam DPT Kota Sorong dan belum memiliki KTP elektronik sebagai syarat dalam pemilu dan pilkada di tahun 2014 , dan mereka rata –rata dikategorikan dalam pemilih pemula generasi Z / I Generatioan , besar harapan Penyelenggara harus segera melakukan langkah langkah kongkrit bersama Pemerintah daerah dan Stacholder lainnya dengan pengawasan melekat dari bawaslu dan pemantau-pegiat pemilu sesuai wilayah yang ada di Propinsi papua barat daya dan dipastikan khusus kota sorong  ,  ke- 2 generasi yang ada ( Milleneal dan Gen Z ) menjadi pemilih terbanyak.

Masih ada waktu 4 bulan kedepan, untuk dapat memastikan kaum milleneal dan Gen Z ini ada dalam pemilih Kota Sorong, Sekarang bagaimana kecepatan KPU Kota Sorong dapat dengan segera memaksimalkan waktu tahapan DPTb dan DPK  untuk menjawab akan permasalahan yang ada. Pandanglah UU 7 Tahun 2017,  dan perubahannya dengan Perpu 1 tahun 2023 serta peraturan teknis baik PKPU dan Perbawaslu agar suara milleneal dan Gen Z  ini dapat pula diperhitungkan saat pemilu 14 Januarai 2024

Salam kebangsaan