medcom.id– Direktur Democracy and Electoral Empowerment (DEEP) Indonesia Neni Nur Hayati menyinggung harap publik terkait hak angket menguak kecurangan pemilihan umum (pemilu). Partai politik (parpol) pendukung hak angket diminta segera bergerak di DPR.

Neni meyakini masih ada parpol konsisten menyuarakan harapan masyarakat untuk membongkar kecurangan pemilu sejak awal tahapan kampanye hingga pemungutan dan penghitungan suara. Parpol mesti melihat hal itu sebagai harapan masyarakat.

“Hak angket momentum untuk menyelematkan demokrasi, apakah demokrasi akan kembali ke jalur yang tepat atau justru di ujung kematian. Parpol harus melihat suara-suara ini dan berpihak ke masyarakat,” kata Neni saat dihubungi Media Indonesia, Senin, 26 Februari 2024.

Neni mengatakan hak angket bukan persoalan kalah atau menang. Menurut dia, hak angket bisa membuka persoalan kecurangan pemilu yang selama ini sudah banyak dilihat dan didengar masyarakat, namun tidak jelas penyelesaiannya oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Tidak ada cara lain untuk mengungkap itu, selain dengan hak angket,” kata dia.

Neni berharap parpol di parlemen segera menyatakan sikap menggulirkan hak angket. Usulan hak angket dapat dimaknai sebagai penyaluran aspirasi atas keputusasaan masyarakat kepada pemerintah dalam penyelenggaraan pemilu.

“Dengan batas waktu yang tersisa sampai pergantian pemerintahan, hak angket diharapkan bisa menyelematkan demokrasi kita saat ini yang sudah dirusak oleh ikut campur presiden dalam proses pemilu,” kata Neni.